Sebenernya udah pengen nulis ini sejak sekian lama. Tapi baru sempet karena harus ini itu dan berbagai kesibukan lainnya yang tak kalah menyenangkan dari menulis.
Saat itu saya bisa mati bosan karena di rumah tante saya dan mengurus anak-anaknya yang super dan tak ada teman ngobrol. Well, saya memang suka anak-anak tetapi saya juga perlu istirahat! Saya hanya membolak-balik majalah yang sudah lebih dari 3 kali saya baca. Sesekali melirik handphone untuk melihat jam dan berharap tante saya segera pulang agar saya bisa tiduran walaupun sebentar. Singkat cerita akhirnya tante saya datang, dia merebahkan badannya di kasur, tampaknya lelah sekali.
Aku mendengarkannya bercerita sebentar, menanggapi sesekali.
Tante: “eh fi, kamu tau mbak ima itu dandannya sekarang modis loh!”
Sepertinya saya sudah mulai tahu arah pembicaraan ini. Mbak ima, itu sepupu saya, anak dari tante saya yang lain. Dulu dia memang gak pernah neko-neko kalo memakai baju, tapi saya akui memang dia gadis yang anggun.
Tante (lagi) : “kamu kenapa masih suka pakai kaos dan jeans doang sih? Dandan lebih cewek dong, fi. Biar keliatan anggun. Gak perlu pake rok, pake kemeja aja. Terus sepatunya jangan kaya cowok gitu”
Glek, saya hanya menelan ludah. Serasa tertusuk. Sepatu? Oke ini murni kesalahan saya, kasian juga papah saya yang selalu memberikan uang untuk membeli sandal, sepatu, atau apapun tapi saya hanya menumpuk barang-barang itu di lemari; dan dengan bodohnya kebiasan terburu-buru memakai sepatu yang ada di depan saya tanpa peduli pantas atau tidak. Yak, saya memang bodoh saat itu. Saya berangkat dengan memakai kemeja, jeans, dan sepatu model crocs (yg padahal katanya sedang tren :p). sempat sih ebrfikir sebentar, kok kaya gak cocok ya? Ah, sudahlah daripada harus masuk lagi untuk ganti sepatu saya pakailah sepatu itu, dan ternyata tante saya tidak suka dengan style itu. Haha, ya sudahlah. Kembali ke topik tentang wanita anggun yang tadi saya bilang.
Akhirnya saya berkata : “iya, lek. Maaf, kemejanya biasanya dipakai kuliah (boong banget). Trus sepatu itu memang waktu berangkat dari bandung cepet-cepetan, jadi pake yang ada di depan mata.”
Tante : “Pokoknya, aku mau ponakanku keliatan anggun. Kuliah di tempat yang banyak cowoknya gak berarti harus jadi cowok terlalu tomboy. Tomboy boleh tapi tetep harus modis.”
Akhirnya setelah itu tante saya keluar dari kamar dan kembali lagi dengan memberikan saya setumpuk uang (gak perlu disebutkan berapa), katanya buat belanja baju dan sepatu. Huaaaah, skak mat! Saya merasa sedikit dilecehkan (gak juga sih, hanya merasa menyesal pada orang tua saya yang selalu memberikan saya uang untuk belanja. Tapi saya nya malah beli kaos, sepatu kets, barang-barang gak guna, dll. Maaf papah TT ).
Dan sekarang saya berpikir, oke, anggun. Di mata saya anggun itu sopan, memakai pakaian rapi, rok mungkin, ramah. Dan saya bukan orang seperti itu. Selama kuliah saya hanya pernah memakai rok sekali, itupun karena tantangan dari teman saya. Rapi? Ngga tau deh saya apa itu rapi, yang penting saya merasa nyaman. Iya sih, saya juga ngerasa selama ini dandanan saya kaya anak sekolahan, saya gak pernah peduli dengan penampilan. asal masih make baju aja sih. =D
Okelah, saya salah. Saya terlalu gengsi untuk memakai pakaian yang berbau cewek-cewekan. Saya tau pakai rok itu tidak salah, tapi sekali lagi saya masih sangat gengsi. Tapi entah kenapa obrolan singkat itu sangat membuatku berpikir ulang tentang seorang wanita. Wanita yang tampak wanita.
Oke, pulang dari Banjarmasin saya mulai membenahi diri. Saya membongkar pakaian di lemari. Menyingkirkan kaos (gak dibuang sih, maksudnya dijadikan bukan prioritas). Dan yah, saya mulai belajar memakai rok tanpa rasa gengsi. Persetan lah dengan gengsi =D.
Hasilnya? Hoo yeah, untuk pertama kalinya saat keluar bersama adik saya, adik saya bilang kalau SAYA BERPAKAIAN LAYAKNYA ANAK KULIAH!! Yeah, emang selama ini penampilan saya begitu buruknya yaa >.<
yah, intinya sih saya berharap saya bisa jadi lebih cewek sajaaa :D
btw : part 1 ada di flashdisk, tapi saya lupa naruh dimana XD
mereka sayang padamu, tapi belum tentu benar benar mengenalmu,,,
BalasHapusmereka ingin melihat harapan mereka melekat padamu...
ya tentu mengharapkanmu juga ADA di dalamnya,,,
tapi jika dirimu memang suka yang lama,,,,
dan daripada kepompong itu tak ada isinya...
tak ada salahnya menunjukan dirimu apa adanya...
tanpa semua yang anggun pun dirimu kn terlihat anggun dengan sendirinya,,,
itu kodrat wanita...
smangat ya ndukk
weeee,, mak tunnn semangattt^^
BalasHapus